Pesta Perak GPI Pulau Batam diadakan pada;
Hari/Tgl : Sabtu-Minggu;11-12 Feb 2012.
Dgn Kegiatan :
Sabtu Pagi : Seminar (Akhir Zaman) By Pdt Drs J Rajagukguk.
Malam : KKR
Minggu : Ibadah Raya Yang dilayani Oleh Bapak Ketua
(Penyerahan Anak,Baptisan Air dan Perjamuaan
Kudus & Perjamuan Kasih
KATA SAMBUTAN DARI
PIMPINAN SENIOR GPI PULAU BATAM
SHALOM..!!!
Saya sangat bersyukur kepada Tuhan atas terbitnya buku agenda “ GPI di Batam dalam lensa sejarah “. Sebagai pelaku sejarah, saya sangat bersyukur melihat apa yang Tuhan Yesus sedang kerjakan ditengah-tengah kita. Langkah demi langkah Tuhan tuntun untuk mewujudkan amanat agung Tuhan Yesus. Sungguh firman Tuhan digenapi ditengah kita, :
“Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Yes 40:31
Menjadi refleksi bagi setiap kita bahwa perjalanan gereja ini adalah penuh dengan pergumulan dan airmata do’a agar bisa eksis di ladangNya. Oleh sebab itu mari kita renungkan apa yang sudah kita lakukan bagi-Nya selama tahun-tahun perjalanan gereja ini. Allah pasti senang bila kita terus antusias berdo’a bagi grejaNya untuk membawa jiwa-jiwa datang kepada Tuhan.
Dalam kesempatan ini saya mau bersyukur kepada Tuhan dan mengucapkan terimakasih kepada mitra kerja para hamba Tuhan dan seluruh umat-umat Tuhan khususnya kepada para tim punyusun buku ini yang begitu giat dan setia selama proses penyelesaian buku agenda ini, semoga Tuhan semakin melimpahkan berkat dan kekuatanNya kepada kita semua dan membuat pelayanan kita semakin berbuah. Amin
Salam kasih Kristus,
Pdt.DJ.Nadeak,S.Th
Perintis GPI di Pulau Batam
I. KILAS BALIK BERDIRINYA GEREJA PENTAKOSTA INDONESIA (GPI) DI PULAU BATAM
Sejarah tidak dapat ditelan oleh zaman, namun tetap hidup di tengah lajunya perkembangan zaman. Sejarah adalah sebuah cermin yang berperan penting dalam memberikan deskripsi perjalanan suatu fakta. Seperti pepatah lama mengatakan, Historia docet! Artinya, sejarah itu memberi pelajaran kepada kita! Oleh karena itu melalui kilas balik sejarah berdirinya pelayanan Gereja Pentakosta Indonesia di Pulau Batam kita akan mengenang anugrah Tuhan selama 25 tahun dan melihat betapa besar kasih Allah yang telah dinyatakan kepada umat Nya secara khusus kepada hambaNya yang terlibat dalam perintisan awal pelayanan gereja ini. walaupun melalui sejarah yang panjang tapi benang merahnya adalah karena kehendak Tuhan dan Tuhan yang mengadakan inisiatif maka gereja ini berdiri. Berikut rentetan waktu yang mengiringi perjalanan pelayanan Gereja Pentakosta Indonesia di Pulau Batam :
01 February 1987
Cikal bakal berdirinya GPI di pulau batam dimulai dari kerinduan yang Tuhan taruh di dalam hati Bpk.Pdt.Dj.Nadeak,S.Th sekitar 25 tahun yang lalu. Pada waktu itu beliau sangat giat menyebarkan kabar keselamatan yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus,dari rumah ke rumah untuk mencari domba-domba yang terhilang agar dapat digembalakan sesuai dengan nilai-nilai pengajaran firman Tuhan. Ibadah perdana dimulai dirumah keluarga bapak Sirait/br.Gultom yang berlokasi di Perkampungan teluk Jodoh, Jemaat yang hadir hanya berjumlah 5 orang yaitu Bpk.Dj.Nadeak,S.Th bersama dengan istri, Sdr. Silaen (Sekarang pimpinan sidang di GPI Sekupang) dan tuan rumah keluarga Bpk.Sirait/br.Gultom.
01 Maret 1987
Tempat ibadah di rumah tersebut ternyata kurang memberikan kenyamanan secara signifikan dikarenakan lokasi tersebut masih dipenuhi dengan kumuh dan becek, maka Pdt.Dj.Nadeak, S.Th mengambil inisiatif untuk memindahkan Pos pelayanan GPI ke rumah beliau tepatnya di daerah blok VI. Di tempat ini Jemaat mulai bertambah banyak. Bahkan banyak anak-anak Pentakosta yang ada diperantauan ini mendengar bahwa sudah ada pelayanan GPI di Batam, salah satunya adalah Bapak S.Situmorang/Br.Aritonang (sekarang sudah menjadi pimpinan sidang GPI Batuaji baru) dan akhirnya mereka bergabung menjadi jemaat di blok VI. Mereka adalah jemaat-jemaat yang setia sekalipun beberapa diantara mereka harus menempuh perjalanan yang jauh dan waktu yang panjang untuk menuju tempat ibadah yang terletak di dekat kota. Tetapi hal itu tidak pernah menyurutkan komitmen jemaat Tuhan untuk tetap beribadah di GPI.
28 April 1987
Pdt.Ev.R.Siburian sebagai ketua umum dan sekaligus pendiri GPI yang berpusat di Pematang Siantar mendengar hal-hal yang menggembirakan tentang perintisan pelayanan GPI di Pulau Batam, maka beliau mengeluarkan SK dari pusat tentang pengangkatan sdr.Djuis Nadeak Sebagai pimpinan sidang di Gereja Pentakosta Indonesia Pulau Batam.Luar biasa meskipun beliau belum mendapatkan tempat ibadah secara permanen ternyata Tuhan sudah menyiapkan hambaNya untuk menjadi pimpinan jemaat di tempat yang baru di rintis, hamba Tuhan ini setia menunggu waktu Tuhan, sampai Tuhan sendiri yang mengangkat hambaNya.
13 Sptember 1987
Seiring berlalunya waktu, situasi dan kondisi, Gereja Pentakosta Indonesia mulai menunjukkan kevaliditasannya sebagai tubuh Kristus yang berfungsi untuk membawa banyak orang kepada pengenalan akan Yesus Kristus dan kebenaranNya. Dalam bulan-bulan yang dilalui, ada begitu banyak hambatan dalam mewujudkan bendera Kristus melalui wadah GPI di Pulau Batam namun para hamba Tuhan bersama jemaat sangat antusias dan tetap melangkah untuk memperlebar kerajaan Allah. Berkat Kasih dan Kuasa Tuhan, akhirnya Pembangunan Gereja Pentakosta Indonesia di Batu Batam dapat dilaksanakan dan diresmikan oleh Bpk.Pdt.AC.Sihombing (Alm) dari Dumai. Meskipun dengan bangunan yang sangat sederhana,tetapi para jemaat & hamba Tuhan sungguh mengucap syukur atas apa yang Tuhan kerjakan bagi gerejaNya.
21 February 1991
Mengingat dan mempertimbangkan bahwa organisasi ini telah terbentuk menjadi sebuah wadah gereja yang resmi maka Bapak Pdt.Dj.Nadeak,S.Th bersama dengan Bapak Pdt.AC.Sihombing, (Alm) mendaftarkan GPI ke Kanwil Departement Agama Propinsi Riau Pekan Baru
Oktober 1992
Pembukaan Gereja Pentakosta Indonesia Batu Aji lama yang diawali di rumah Bapak Simajuntak/Br.Pasaribu, dipimpin oleh Pdt.Dj.Nadeak,S.Th dan dibantu oleh Parhobas Pasaribu/br.Simangunsong, setelah mendapat lahan sementara di Kavling lama dibangunlah GPI Batu Aji Lama yang diresmikan oleh Bapak Pdt.Dj.Nadeak,S.Th. Selanjutnya St.BF.Sihombing / br.Simanjuntak pindah ke batuaji lama yang sebelumnya di Batu batam dan setelah dibatu aji lama beliau menjadi Guru injil. Dan pada tahun 1998 Pdt.Dj.Nadeak menyerahkan pimpinan sidang Batuaji lama kepada Gr.BF.Sihombing , sementara Parhobas Pasaribu menjadi pimpinan sidang GPI Tembesi.
February 1996
Memasuki tahun 1996 GPI Batu Batam diperhadapkan dengan suatu pergumulan, tantangan datang dari pihak pemerintah setempat (Otorita Batam) melalui surat edaran bahwa lokasi gereja tersebut akan diadakan penghijauan. Dalam masa-masa sukar,gereja ini mencoba tetap bertahan walau penduduk sekitarnya sudah habis di gusur sampai suatu ketika pihak otorita mengirimkan polisi dan tentara dengan mengusung senjata-senjata panjang untuk melakukan penggusuran secara paksa dengan cara merobohkan seluruh bangunan gereja sampai rata dengan tanah. Para hamba Tuhan dan jemaat tidak bisa bertindak apa-apa kecuali meneteskan airmata dan berdoa sembari menyaksikan sisa-sisa bangunan yang ada. Akhirnya GPI yang ada di Batu Batam pindah ke Tiban III blok C 1 No. 3 di rumah kediaman bapak Pdt.Dj.Nadeak,S.Th. Dengan keadaan darurat,Ibadah dilaksanakan dengan menggunakan tenda namun tidak mengurangi semangat jemaat untuk beribadah dan melayani Tuhan justru ditengah keadaan seperti ini para jemaat dan hamba Tuhan semakin bersatu di dalam iman


Visitors :1160056 Org
Hits : 3246118 hits
Month : 2007 Users