1. Pada tahun 1951 menginjil di Pasar VII (tujuh) Tanjung Morawa dan beberapa tahun berikutnya berdirilah Gereja Pentakosta Indonesia, peribadatan dipimpin oleh St. K. Simanjuntak dan anggota mula-mula adalah Duhe Manurung.
  2. Pada tahun 1950 Gereja Pentekosta Indonesia Sukamandi bergabung ke Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Lubuk Pakam yang dipimpin oleh St. Lamsiana Panjaitan, tanggal 18 Mei 1952 dilaksanakan baptisan air pertama dan pemberkatan anak-anak di Sukamandi, yang dipimpin oleh bapak Pend. Ev. Siburian dan jumlah yang dibaptis 37 (tiga puluh tujuh) orang dan anak-anak yang diberkati 59 (lima puluh sembilan) anak dan salah satu anak yang diberkati ialah Penta Mutiara, putri dari Gr. H. A. Sianipar (Penginjil).
  3. Pada tahun 1952 melaksanakan penginjilan di Partuaran Kecamatan Perbaungan dan disana bertobatlah Hati Sianipar dan Roha Hasibuan dan seorang lagi marga Siagian. Bulan demi bulan jemaat semakin bertambah sehingga tahun 1955 jemaat mendirikan Gereja dan peribadatan dipimpin oleh St. Somo Pandiangan.
  4. Tahun 1953 menginjil KM 10 Martoba Medan dan mendirikan peribadatan yang merupakan cikal bakal GPI di Martoba yang sekarang.
  5. Tahun 1953 menginjili desa Sidoarjo II Pagar Merbau dan diterima oleh St. Hostan Sihombing, Frendrik Siahaan dan Luther Lubis danlainya jelang satu tahun berikutnya jemaat mendirikan Gereja tempat peribadatan akan tetapi oleh karena sesuatu hal, pemerintah memindahkan semua penduduk ke desa Sidoarjo II Ramunia, termaksud juga Gereja Pentakosta Indonesia turut dipindahkan ke Ramunia pada tahun 1955 itulah Gereja kita sekarang.
  6. Tahun 1953 menginjil di desa Pematang Lalang Kecamatan Percut Sei Tuan, yang menerima kabar selamat disana ialah Marali Manulang, Hasian Manulang dan marga Silitongan dan Penginjil berdoa dihalaman kampung sebelum ada Gereja dan satu tahun kemudian jemaat semakin bertambah dan mereka mendirikan Gereja Pentakoasta Indonesai untuk peribadatan.
  7. Tahun 1953 menginjil ke Medan untuk menyampaikan kabar selamat dari Tuhan Yesus Kristus dan pengambangan Gereja Pentakosata Indonesia Penginjil diterima oleh keluarga marga Hutahaean yang isterinya Br. Panagaribuan dijalan Gajah Mada ujung Medan, untuk mendukung penginjilan ini Penginjil membawa jemaat dari Lubuk Pakam ke Medan dengan jalan kaki karena keadaan ekonomi dan amsih minim alat transportasi dan dalam pelayanan penginjilan ini yang menerima kabar selamat yang pertama disana ialah Hutahaean (pemilik rumah), marga Manulang yang pekerjaannya tukang jahit, Levi Simanjuntak (supir), dan K. Sirait, waktu demi waktu jemaat semakin bertambah. Enam bulan kemudian Penginjil melaporkan keadaan ini kepada Pengurus Pusat Gereja Pentakosta Indonesia, bahwa peribadatan di Medan sudah berdiri dan inilah yang menjadi cikal bakal Gereja Pentakosta Indonesia Jalan Sisimangaraja XII Medan.
  8. Tahun 1954 menginjil di Araskabu dan pada waktu itu dapat dikumpulkan jemaat serta lama kelamaan semakin bertambah dan kemudian mendirikan Gereja sebagai tempat peribadatan, yang dipimpin St. K. Simanjuntak yang pindah dari Pasar VII (tujuh) Tanjung Morawa.
  9. Tahun 1955 menginjil ke Serdang, jemaat mula-mula yang menerima kabar ialah Maul Simarmata, Jarudin Hutabalian, Boas Sinaga dan saut Hutabarat. Pekerjaan untuk penginjilan ke Serdang, Penginjil banyak mengalami tantangan sebab pada mas itu daera ini masih dalam keadaan rawa-rawa, setelah lama kelamaan dilaksanakan penginjilan, jemaat semakin bertambah sehingga beberapa tahu berselang jemaat mendirikan Gereja tempat peribadatan di Serdang.
  10. Tahun 1955 menginjil di Belidahan Kecamatan Sei Rampah dan kebaktian pertama dirumah marga Hutagalung dan lama kelamaan jemaat semakin bertambah dan beberapa tahun kemudian berdirilah Gereja tempat peribadatan di Belidahan.
  11. Tahun 1958 menginjil kedesa Karpei Kecamatan Selesei Kabupaten Langkat yang pertama menerima kabar selamat ialah damang Pangaribuan dan Hati Sianipar yang pindah dari Partuaran dan beberapa tahun berselang jemaat bertambah dan mendirikan Gereja tempat peribadatan di desa Seilayang Kecamatan Selesei dan inilah merupakan Gereja Pentakosta Indonesia di Kabupaten Langkat.
  12. Tahun 1960 menginjil didesa Nagakisar Kecamatan Pantai Cermin jemaat mula-mula didaerah ini adalah Herman Marpaung, Mulia Sitorus dan Lehon Simbolon. Lamakelamaan jemaat semakin bertambah dan beberapa tahun berikutnya mereka mendirikan Gereja tempat peribadatan.
  13. Tahun 1960 menginjil di Gebang Pangkalan Berandan Kabupaten Langkat, jemaat mula-mula ialah St. Maralih Nababan, marga Situmorang dan Marga Sirait. Lama-kelamaan jemaat semakin bertambah dan mendirikan Gereja tempat peribadatan di Gebang, dari sanalah berkembangnya Gereja Pentakosta Indonesia di Kabupaten Langkat.
  14. Tahun 1961 Penginjil diangkat menjdai Pendeta dan tahun 1962 diberkati sebagai Pendeta dengan SK. Nomor 17/PGP/1962.
  15. Tahun 1965 Penginjil didesa Pulau Harapan Kecamatan Air Putih Kabupaten Asahan dan tiga tahun berikutnya jemaat mendirikan Gereja disidang Pulau Harapan.
  16. Tahun 1971 bersama-sama jemaat pindahan dari Sukamandi dan Ramunia mendirikan Gereja Pentakosta Indonesia sidang Denai Kuala.
  17. Tahu 1972 menginjil di kota Belawan dan jemaat mula-mula adalah marga Siahaan bertempat tinggal di jalan Sulawasi dan dairi sinilaaseral mulanya Gereja Pentakosta Indonesia Belawan Kota.
  18. Tahun 1977 bersama-sama dengan Jemaat pindah dari Belawan Kota mendirikan Peribadatan di Sei Mati, pada tahun 1980 Pemerintah menyerahkan tapak dan bangunan Gereja sesuai dengan permohonan Panitia pembangunan yang diketuai oleh Penginjil (Pdt.H.A.Sianipar).     
  19. Tahun1978 Penginjil diangkat menjadi Pendeta Wilayah dan Pembantu Umum Daerah dengan SK Nomor 906/PGP/1978.Tahun 1979 SK Pendeta Wilayah diperbaharui lagi menjadi Pendeta Wilayah Lubuk Pakam dengan SK Nomor 0026/PP/GPI/1979.
  20. Tahun 1986 Penginjil mendirikan Gereja Pentakosata Indonesia sidang Perbaungan.
  21. Tahun 1991 Peninjil mendirikan Gereja Pentakosta Indonesia sidang Cinta Damai.
  22. Tahun 1992 mendirikan Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Kuala Lama dan peribadatan di pimpin oleh St. Marinus Sitorus.
  23. Tahun 1993 mendirikan Gereja Pentakosta  Indonesia di Pematang Panjang sebagai sintua pertama adalah St. Osman Manurung.
  24. Tahun 1993 mendirikan Gereja di Pematang Sijonam Kecamatan Perbaungan peribadatan dipimpin oleh St. Siregar.
  25. Tahun 1994 mendirikan Gereja Pentakosta Indonesia sidang Saormatio desa Sei Tuan Kecamatan Pantai Labu.
  26. Tahun 1999 bersama-sama dengan jemaat pindahan dari sidang Pematang Panjang mendirikan Geraja Pentakosta Indonesia sidang Sukadamai desa Kuala Lama Kecamatan Pantai Cermin dan peribadatan dipimpin oleh St. J. Manihuruk dan Guru sekolah inggu marga Sianturi.
  27. Tahun 2001 mendirikan Gereja Pentakosta Indonesia sidang Serdang Dusun X Kecamatan Beringin.
  28. Tahun 2007 tepatnya 18 Nopember 2007 mendirikan Gereja Pentakosta Indonesia sidang desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjung Morawa.
  29. Tahun 2010 tepatnya 1 Agustus 2010 mendirikan Gereja Pentakosta Indonesia sidang Petapahan Kecamatan Lubuk Pakam.

 

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Serba Serbi" Lainnya

Mohon Dukungan Doa (Adik Sakit)

  Pesan: PUJI TUHAN.. Saya dr sidang GPI sidang Cibinong memohon dng sangat kepada seluruh hamba TUHAN agar membawakn adik saya dlm doa yg hidup..... [Read more]




Download MP3 Pentakosta

Silahkan download, dan terimalah berkat Tuhan melalui pujian dan penyembahan. SEUMPAMA RAJAWALI (Rev DR MH Siburian, M.Min) Di Saat Engkau Susah ..... [Read more]




Album "Haleluya Amen', "Marsigorgor" dan Buku "Karyaku Dicatat Sorga"

1. Stok Album HALELUYA AMEN sudah kembali tersedia 2. Album MARSIGORGOR masih ada 3. Buku "Karyaku Dicatat di Sorga" baru tiba di Medan. Bpk/Ibu d..... [Read more]