KUASA DARAH

 

Rev. MH. Siburian

Manusia harus diselamatkan dari konsekwensi dosa. Caranya adalah dengan mengampuninya, namun pengampunan itu membutuhkan “satu basis.” Sifat dasar dari pelanggaran manusia itu sendiri yang mengharuskannya. Apakah dosa itu hanya pelanggaran terhadap “hukum ALLAH” saja, kalau memang itu Allah cukup memaafkan (pardoning) saja dari dulu, apa sulitnya bagi Dia. Namun dosa lebih dari sekedar pelanggaran terhadap hukum Allah.

Manusia yang diciptakan sepeta dan segambar dengan Allah (manusia mewarisi kharakteristik Allah), telah dikalahkan oleh Lucifer musuh Allah melalui pelanggaran itu. Maka pelanggaran itu telah menjadi penyangkalan atau penolakannya (repudiation) terhadap “kharakter Allah.” Pelanggaran itu telah menciptakan jurang tidak bertepi antara manusia dengan Allah. Satu pemisahan, dengan kata lain manusia telah menjadi seteru Allah. Allah dalam “keMahaSucianNya” tidak dapat begitu saja bersekutu dengan manusia. Sebaiknya manusia yang telah terpisah dan atau kehilangan keIllahian Allah, tidak dapat mencari “perdamaian” dengan Allah tanpa “basis.” Seorang “mediator” (pengantara) dibutuhkan diantara keduanya seorang mediator adalah yang berdiri diantara dua pihak yang bertikai dapat menerima kesalahan dari ke dua belah sisi dan bil diperlukan harus rela mengorbankan hidupnya untuk membuat “reconsiliation-perdamaian” diantara ke dua belah pihak yang berperkara.

Hanya ada satu yang dapat menjadi mediator, pengantara antara Allah dan manusia yaitu: Yesus Kristus yang adalah Allah yang sempurna dan manusia yang sempurna, representative yang sempurna. Dia berdiri diantar Allah dan manusia, diantara Sorga dan Neraka, diantara hidup dan kematian, diantara kebakaran dan kefanaan, diantara dosa dan kesucian. Itulah arti Kalvari. Itulah tujuan bukti Golgata. Curahan darah Yesus telah menjadi “perjanjian baru” untuk manusia yang percaya.

Rasul Paulus mengerti akan hal ini dengan baik. Dia beritahu orang Romawi bahwa: “karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah dan oleh Kasih Karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan Pendamaian karena iman dalam darahNya. Hal ini dibuatNya untuk menunjukkan keadilanNya, karena Ia telah membiarkan dosa - dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaranNya. Maksudnya ialah untuk menunjukkan keadilanNya pada masa ini supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan yang percaya kepada Yesus (Roma 3:23-26). Semua klaim telah dibayar lunas.

Kematian Yesus membawa kemenangan. Kemenangan itu bermakna 7 lipat. Ia mengalahkan Belzebub (Iblis). Dia mengalahkan kematian dan membawa hidup dan immortalitas ke permukaan. Ia membersihkan dosa dengan mengorbankan diriNya sendiri. Dia menyalibkan manusia lama kita. Dia menanggung segala penyakit kita. Dia memenuhi hukum dengan sempurna. Dia menghakimi sistem dunia. Darah Yesus di kayu Salib telah berteriak kepada Allah untuk “pengasihanan Allah terhadap manusia.” Ketika Kain membunuh Habel saudaranya, darah Habel berteriak dari tanah (Kejadian 4:11). Darah Habel berteriak hanya untuk “keadilan” saja. Tetapi “darah pemercikan yang berbicara lebih kuat daripada darah Habel (Ibrani 12:24). Telah meminta “pengampunan” atau dosa-dosa manusia. Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan (Ibrani 9:22b). kita dibenarkan karena darahNya karena dosa tidak ada lagi kebenaran dalam manusia. Oleh darah Yesus orang percaya menjadi terproteksi dari konsekwensi “pelanggaran hukum Allah” Yohannes menyebutkan “dosa adalah pelanggaran hukum Allah (I Yohannes 3:4).”

Darah Yesus telah diabadikan. Ada immortalisasi dari Yesus telah dirohanikan. Darah itu tetap berbicara melalui Roh Kudus kepada kita. Yesus berkata kepada muridNya: “sesungguhnya jikalua akamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darahNya kamu, tidak mempunyai hidup di dalam dirimu (Yohannes 6:5). Murid-murid Yesus sulit mengerti perkataan yang agak keras ini. bagaimana mungkin mereka memakan daging dan minum darahNya. Tetapi Yesus tahu kebingungan para murid yang telah bersungut-sungut ini lalu Ia berkata: “adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?” dan bagaimanakah jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat dimana Ia sebelumnya berada? Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah Roh dan hidup (Yohannes 4:60-63). Jadi Ia naik ke Sorga Ia memasuki ruangan Maha Kudus sebagai Imam Besar, membawa serta bukan darah lembu atau domba seperti pada perjanjian lama, tetapi dengan “darahNya sendiri.” Dia memasuki ruangan itu sekali untuk semuanya dan mendapat penebusan kekal (eternal redemption) untuk kita semua.

Dengan Darah Yesus ada perjanjian yang tidak dapat dibatalkan oleh siap dan apapun, bahkan Allah sendiri sekalipun. Karena disana Allah telah mengikat diriNya dengan sumpah, karena tidak ada lagi yang lebih tinggi daripadaNya (Ibrani 6:17). Inilah kontrak abadi antara orang percaya dengan Allah. ( sm )

 

 

 

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Kotbah" Lainnya

Malu

M A L U Rev. M.H. SIburian Rasa malu adalah salah satu alat kontrol yang mensensor kharakter manusia, kalau alat sensor ini rusak maka kara..... [Read more]




Berhala Baru

BERAHALA BARU Rev. M.H. Siburian   Negerinya penuh dengan berhala-berhala; mereka sujud menyembah kepada buatan tangannya sendiri dan kepada ya..... [Read more]




POWER LOOK: TEMPORER DAN BERUBAH-UBAH, BAHKAN MENGELABUI

POWER LOOK: TEMPORER DAN BERUBAH-UBAH, BAHKAN MENGELABUI Rev. MH. Siburian   Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengempang-ngem..... [Read more]




Domba Paskah

DOMBA PASKAH Rev. M.H. Siburian   DAN DARAH ITU MENJADI TANDA BAGIMU PADA RUMAH –RUMAH DIMANA KAMU TINGGAL:APABILA AKU MELIHAT DARAH ITU, ..... [Read more]




Mengapa Judi

MENGAPA JUDI Rev. M.H. Siburian Si pemalas dibunuh oleh keinginannya karena tangannya enggan bekerja. Keinginan bernafsu sepanjang hari, tetapi ora..... [Read more]