MENGENAL DIA DAN KUASA KEBANGKITANNYA.

St. L. Hutabalian

Filipi 3:10-11 “ Yang kekehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan- Nya dan persekutuan dalam penderitaan- Nya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.”

 

Bagian firman Tuhan dari suratan rasul Paulus kepada jemaat di Filipi ini merupakan pernyataan yang memberi kepastian tentang kebenaran yang sejati kepada jemaat di Filipi. Disini juga rasul Paulus memproklamirkan perubahan yang terjadi kepada dirinya setelah ia mengenal Kristus dan kuasa kebangkitan- Nya. Bahwa ia yang dulunya adalah Saulus telah menjadi Paulus, Si Jahat yang telah bertobat, seorang ahli Taurat dan Farisi yang keras menjadi rasul yang lemah lembut.

Pertobatan Paulus terjadi saat ia membawa misi untuk menghancurkan pengikut Kristus. Dalam perjalanannya ke Damsyik, Yesus menyatakan diri kepada Paulus dengan cahaya yang memancar dari langit mengelilingi dia dan suara yang berkata “ Saulus, Saulus mengapakah engkau menganiaya Aku?” Disinilah terjadi pertobatan Paulus, dan pertobatan ini telah mengubah seluruh jalan hidupnya kemudian.

Dalam firman Tuhan ini rasul Paulus membuka “rahasia” keberhasilannya menjalani hidup yang berkenan kepada Allah (Ayat 11) yaitu “mengenal Dia dan kuasa Kebangkitan- Nya”.

MENGENAL DIA DAN KUASA KEBANGKITANNYA.

Saya percaya bahwa pengenalan kita akan Allah akan mempengaruhi jalan pikiran dan tindakan-tindakan kita dalam hidup kita. Orang yang tidak mengenal Tuhan akan menjalani kehidupan yang bertentangan dengan kebenaran Tuhan. Seberapa besar pengenalan kita akan Tuhan, maka sebesar itulah kita dapat berpikir, beriman dan mengalami kuasa Tuhan dalam hidup kita.

Misalnya, saya mengenal seorang kaya yang baik hati. Dia bukan saja baik hati tapi dia sangat mengasihi orang lain dan perduli kepada sesamanya. Dia selalu terbuka untuk menolong orang lain semampu dia lakukan. Tapi saya juga memiliki saudara yang kaya. Tapi saudara saya ini  sangat pelit dan selalu hitung-hitungan saat akan menolong orang lain. Dia menolong orang lain karena ia mengharapkan ada imbalan yang mengutungkan setidaknya imbalan yang setimpal. Nah.. Apabila suatu saat saya membutuhkan pertolongan, kepada siapakah saya lebih berani meminta pertolongan; kepada saudara saya yang pelit atau kepada orang lain yang baik hati. (Orang lain).Demikianlah kita mempunyai keberanian menghadap tahta Allah yang mulia, karena kita tahu betapa besar kasih-Nya bagi kita. (Ibrani 4:15-16).

Dalam surat rasul Paulus kepada jemaat di Efesus, Ef. 1:17-19 dikatakan “dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh Hikmat dan Wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya; betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-nya  bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya.”

Kita perlu mengenal dengan benar siapakah Yesus itu, kita perlu mengerti pengharapan yang kita miliki di dalam Yesus, dan mengalami betapa hebat kuasa-Nya bagi kita.

Mulai dari manusia yang pertama, Allah selalu berinisiatif menyatakan diri-Nya, menunjukkan Kasih dan Kuasa-Nya bagi umat manusia. Dan bagi kita jaman ini firman Tuhan yang tertulis menjadi sarana bagi kita untuk mengenal Dia dengan benar dan pernyataan Roh Kudus yang kita terima memberi hikmat bagi kita untuk mengenal dan mengalami kuasa-Nya yang hebat.

PENGHARAPAN APAKAH YANG TERKANDUNG DALAM PANGGILANNYA ?

1. Kita akan dibangkitkan pada akhir zaman.

Kebangkitan Yesus merupakan dasar iman kekristenan tentang keselamatan. Karena kematian Yesus tidak berarti apa-apa jika tidak ada kebangkitan. Kematian adalah puncak dari semua penderitaan dan siksaan. Kebangkitan Yesus menjadi pertanda bahwa Ia telah mengalahkan penderitaan dan kematian. Dia berkuasa atas kematian.

Kuasa kebangkitan memberi harapan bagi kita yang percaya bahwa kita akan dibangkitkan pada akhir zaman saat Yesus datang kedua kali untuk menjemput milik kepunyaan-Nya yaitu kita orang percaya untuk menerima mahkota kehidupan yang kekal. (Yoh. 10:39-40). Kita memiliki janji yang pasti dari Tuhan, bukan

2. Kita dijadikan ciptaan baru.

Kebangkitan berarti bahwa yang lama telah mati (terkubur). Ketika kita percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan kita, maka manusia lama kita telah terkubur dan kebangkitan- Nya menjadikan kita ciptaan baru. Ciptaan baru yang terjadi bukan menyangkur tubuh dan jiwa melainkan roh kita. Roh yang diciptakan kembali dalam diri kita adalah roh yang kudus dimana Allah yang kudus dapat berdiam di dalamnya, untuk menuntun dan menolong kita dalam menjalani kehidupan.

3. Penyertaan Tuhan sampai akhir zaman.

Dalam perjalanan hidup kita untuk menantikan hari Tuhan, kita masih akan menghadapi banyak tantangan karena kita masih tinggal di dunia ini. Kita tinggal di bumi yang sama, bersama orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Tetapi apapun tantangan yang diperhadapkan kepada kita, kita memiliki janji Tuhan Yesus bagi kita bahwa Ia akan menyertai kita sampai akhir zaman. (Mat. 28:20b). Penyertaan Tuhan akan memampukan kita untuk menghadapi tantangan dalam hidup kita. Penyertaan Tuhan juga akan memampukan kita melakukan tugas-tugas pelayanan kita walaupun kita menghadapi tantangan.

4. Kita menerima berkat jasmani dan rohani.

Dalam suatu penglihatan nabi Yehezkiel (Yeh. 48:30-35), Tuhan memperlihatkan suatu kota yang kudus. Disitu terdapat beberapa pintu gerbang yang di beri nama sesuai dengan nama kedua belas suku Israel. Dan kota disebut “Yehova-syamma” yang berarti ‘Tuhan hadir di situ.” Kota Kudus ini merupakan gambaran dari Yerusalem Baru (Wahyu 21:9-27), juga merupakan gambaran dari tanah Kanaan yang dibagikan kepada kedua belas suku Israel (Yosua 14).

Saudara dan saya adalah bani Israel rohani yang telah dikuduskan lewat kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Oleh karena itu kita memiliki warisan di Kota Kudus Allah yaitu Kanaan yang melimpah susu dan madunya (berkat jasmani) dan Yerusalem Baru tempat kehidupan yang abadi penuh kemuliaan Allah (berkat rohani).

 

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Renungan" Lainnya

Yang palsu didiri kita.....

Jenny, gadis cantik kecil berusia 5 tahun dan bermata indah. Suatu hari ketika ia dan ibunya sedang pergi berbelanja ia melihat sebuah kalung mutiara ..... [Read more]




Semut dan Lalat

Semut & Lalat Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta diatas sebuah tong sampah didepan sebuah rumah. Suatu ketika anak pemilik rumah keluar d..... [Read more]




BERKAT DALAM KERUKUNAN

Indahnya Kerukunan     Maz. 133: 1 “Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama..... [Read more]




Rumah Tangga Kristen

  Rumah tangga Kristen   <!--[if !supportLists]-->  I.      <!--[endif]-->PENDAHULUAN Makalah ini..... [Read more]




Yoel 2 : 28

Yoel 2 : 28...Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan ..... [Read more]