Website Resmi Gereja Pentakosta Indonesia
Rubrik : Renungan
KUASA DOA YANG DAHSYAT
2012-06-29 11:28:09 - by : lastone
Oleh: Pdt. S Manullang, S.E

Pimpinan Sidang GPI Sei Putih Tengah-Medan, Pembina Biro Pemuda Kota Medan Sekitarnya



Yakobus
5 : 6-b “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar
kuasanya.”



Setiap orang Kristen sebagai
pengikut Kristus tentu sudah familiar dengan DOA, karena Yesus telah memberikan
perhatian tersendiri dengan doa yaitu sebagai sarana komunikasi antara kita
dengan Allah yang hidup yang teladannya telah Dia berikan ketika Dia berdoa
kepada Bapa.



Namun tidak sedikit orang Kristen
yang menganggap bahwa doa hanya sekedar upacara keagamaan atau formalitas
ibadah yang tidak mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan ini
padahal di sisi lain, Yesus telah mengajarkan betapa Bapa mendengar ketika kita
berdoa kepadaNya, dan hal sangat disayangkan. Doa dapat menembus dimensi apapun
dalam kehidupan, baik disadari maupun tidak disadari manusia sendiri, bahkan
dalam batin seseorang, peran dan kuasa doa sangat menentukan.



Firman Tuhan dalam nats di atas
sudah sangat gamblang dan lugas menyatakan bahwa “Doa orang yang benar, bila
dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Kalau demikian, doa yang
bagaimana yang disebut berkuasa, dan apa saja yang perlu kita perhatikan ketika
kita berdoa dan apakah yang yang disebut dengan keyakinan akan doa kita dan apa
yang menjadi dasarnya ?



1.   Doa harus didasari oleh kebutuhan

Seseorang tidak akan merasakan
kuasa doa jika tidak didorong oleh rasa BUTUH, karena doa yang kita ucapkan
akan sangat dipengaruhi oleh kebutuhan kita akan pertolongan Tuhan, hal ini
dapat kita temukan dalam 1 Samuel 1 : 10-11, ketika Hana butuh kehadiran
seorang anak, doanya sungguh-sungguh dan hal ini tidak disadari oleh orang
disekitarnya termasuk Imam Eli



2.   Doa harus didasari keyakinan

Ketika kita berdoa, kita harus
yakin akan doa kita karena ketikda yakinan akan doa tidak akan menghasikan
apa-apa bagi kita. Hal ini ditegaskan dalam Matius  21: 22 yaitu “Dan apa saja yang kamu minta
dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya."




3.  Doa harus didasari oleh penguasaan diri dan
ketenangan

kehidupan doa kita sangat
dipengaruhi oleh kondisi jiwa, karena dari dalam jiwa lahir doa yang diucapkan
lewat mulut kita seperti Daud yang bermazmur bagi Tuhan yang mendatangkan
pertolongan dari Allah.  Emosi dan kepribadian
kita memerlukan penguasaan diri dan ketenangan sehingga doa kita sampai kepada
Tuhan. Dalam I Petrus  4: 7b dikatakan
“Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.”



4.   Doa harus didasari oleh Firman Tuhan

Apa saja yang kita doakan harus
selaras dan sesuai dengan Firman Tuhan karena apa yang kita minta akan
diberikan oleh Tuhan dimana Firman Tuhan menjadi standardnya.  Yesus memberikan suatu standard akan doa
yaitu yang tertulis dalam  Yohanes  15: 7 “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan
firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu
akan menerimanya.” Jadi jika kita ingin berdoa, renungkan dan yakinkan apakah
permohonan doa kita tersebut sudah sesuai dengan Firman Tuhan



5.   Doa harus didasari oleh kesadaran menjauhi
kejahatan dan meninggalkan dosa.

Sewaktu datang dalam doa kepada
Tuhan, mohon ampun atas segala dosa dan meninggalkan kejahatan , karena doa
akan mengajak anda meninggalkan dosa tetapi sebaliknya dosa akan mengajak anda
meninggalkan doa.  Baca Yesaya 59:2
tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu,
dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak
mendengar, ialah segala dosamu.



Tuhan akan hadir dalam kehidupan
doa kita jika kita berbalik dari segala dosa dan kejahatan yang sering
membebani kita.  Firman Tuhan dalam
Ibrani  12: 1 berkata “Karena kita
mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita
menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba
dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.”



Dengan memperhatikan dan
menerapkan prinsip di atas dalam kehidupan doa, niscanya Tuhan akan menolong
kita sehingga doa yang kita minta dan serukan akan dijawabNya dan ketika
jawaban itu hadir dalam kehidupan kita maka kita akan merasakan doa yang
berkuasa, AMIN
Website Resmi Gereja Pentakosta Indonesia : http://www.pentakosta.org/
Versi Online : http://www.pentakosta.org//?pilih=news&aksi=lihat&id=133