Gereja Pentakosta Indonesia - Official Website
Rubrik : Serba Serbi
Riwayat Penginjilan GPI di Wilayah Lubuk Pakam, Langkat, Sumut
2012-07-28 18:42:30 - by : admin

  1. Pada tahun 1951 menginjil di Pasar VII (tujuh) Tanjung Morawa
    dan beberapa tahun berikutnya berdirilah Gereja Pentakosta Indonesia,
    peribadatan dipimpin oleh St. K. Simanjuntak dan anggota mula-mula
    adalah Duhe Manurung.

  2. Pada tahun 1950 Gereja Pentekosta
    Indonesia Sukamandi bergabung ke Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Lubuk
    Pakam yang dipimpin oleh St. Lamsiana Panjaitan, tanggal 18 Mei 1952
    dilaksanakan baptisan air pertama dan pemberkatan anak-anak di
    Sukamandi, yang dipimpin oleh bapak Pend. Ev. Siburian dan jumlah yang
    dibaptis 37 (tiga puluh tujuh) orang dan anak-anak yang diberkati 59
    (lima puluh sembilan) anak dan salah satu anak yang diberkati ialah
    Penta Mutiara, putri dari Gr. H. A. Sianipar (Penginjil).

  3. Pada
    tahun 1952 melaksanakan penginjilan di Partuaran Kecamatan Perbaungan
    dan disana bertobatlah Hati Sianipar dan Roha Hasibuan dan seorang lagi
    marga Siagian. Bulan demi bulan jemaat semakin bertambah sehingga tahun
    1955 jemaat mendirikan Gereja dan peribadatan dipimpin oleh St. Somo
    Pandiangan.

  4. Tahun 1953 menginjil KM 10 Martoba Medan dan mendirikan peribadatan yang merupakan cikal bakal GPI di Martoba yang sekarang.

  5. Tahun
    1953 menginjili desa Sidoarjo II Pagar Merbau dan diterima oleh St.
    Hostan Sihombing, Frendrik Siahaan dan Luther Lubis danlainya jelang
    satu tahun berikutnya jemaat mendirikan Gereja tempat peribadatan akan
    tetapi oleh karena sesuatu hal, pemerintah memindahkan semua penduduk ke
    desa Sidoarjo II Ramunia, termaksud juga Gereja Pentakosta Indonesia
    turut dipindahkan ke Ramunia pada tahun 1955 itulah Gereja kita
    sekarang.

  6. Tahun 1953 menginjil di desa Pematang Lalang Kecamatan
    Percut Sei Tuan, yang menerima kabar selamat disana ialah Marali
    Manulang, Hasian Manulang dan marga Silitongan dan Penginjil berdoa
    dihalaman kampung sebelum ada Gereja dan satu tahun kemudian jemaat
    semakin bertambah dan mereka mendirikan Gereja Pentakoasta Indonesai
    untuk peribadatan.

  7. Tahun 1953 menginjil ke Medan untuk
    menyampaikan kabar selamat dari Tuhan Yesus Kristus dan pengambangan
    Gereja Pentakosata Indonesia Penginjil diterima oleh keluarga marga
    Hutahaean yang isterinya Br. Panagaribuan dijalan Gajah Mada ujung
    Medan, untuk mendukung penginjilan ini Penginjil membawa jemaat dari
    Lubuk Pakam ke Medan dengan jalan kaki karena keadaan ekonomi dan amsih
    minim alat transportasi dan dalam pelayanan penginjilan ini yang
    menerima kabar selamat yang pertama disana ialah Hutahaean (pemilik
    rumah), marga Manulang yang pekerjaannya tukang jahit, Levi Simanjuntak
    (supir), dan K. Sirait, waktu demi waktu jemaat semakin bertambah. Enam
    bulan kemudian Penginjil melaporkan keadaan ini kepada Pengurus Pusat
    Gereja Pentakosta Indonesia, bahwa peribadatan di Medan sudah berdiri
    dan inilah yang menjadi cikal bakal Gereja Pentakosta Indonesia Jalan
    Sisimangaraja XII Medan.

  8. Tahun 1954 menginjil di Araskabu dan
    pada waktu itu dapat dikumpulkan jemaat serta lama kelamaan semakin
    bertambah dan kemudian mendirikan Gereja sebagai tempat peribadatan,
    yang dipimpin St. K. Simanjuntak yang pindah dari Pasar VII (tujuh)
    Tanjung Morawa.

  9. Tahun 1955 menginjil ke Serdang, jemaat
    mula-mula yang menerima kabar ialah Maul Simarmata, Jarudin Hutabalian,
    Boas Sinaga dan saut Hutabarat. Pekerjaan untuk penginjilan ke Serdang,
    Penginjil banyak mengalami tantangan sebab pada mas itu daera ini masih
    dalam keadaan rawa-rawa, setelah lama kelamaan dilaksanakan penginjilan,
    jemaat semakin bertambah sehingga beberapa tahu berselang jemaat
    mendirikan Gereja tempat peribadatan di Serdang.

  10. Tahun 1955
    menginjil di Belidahan Kecamatan Sei Rampah dan kebaktian pertama
    dirumah marga Hutagalung dan lama kelamaan jemaat semakin bertambah dan
    beberapa tahun kemudian berdirilah Gereja tempat peribadatan di
    Belidahan.

  11. Tahun 1958 menginjil kedesa Karpei Kecamatan Selesei
    Kabupaten Langkat yang pertama menerima kabar selamat ialah damang
    Pangaribuan dan Hati Sianipar yang pindah dari Partuaran dan beberapa
    tahun berselang jemaat bertambah dan mendirikan Gereja tempat
    peribadatan di desa Seilayang Kecamatan Selesei dan inilah merupakan
    Gereja Pentakosta Indonesia di Kabupaten Langkat.

  12. Tahun 1960
    menginjil didesa Nagakisar Kecamatan Pantai Cermin jemaat mula-mula
    didaerah ini adalah Herman Marpaung, Mulia Sitorus dan Lehon Simbolon.
    Lamakelamaan jemaat semakin bertambah dan beberapa tahun berikutnya
    mereka mendirikan Gereja tempat peribadatan.

  13. Tahun 1960
    menginjil di Gebang Pangkalan Berandan Kabupaten Langkat, jemaat
    mula-mula ialah St. Maralih Nababan, marga Situmorang dan Marga Sirait.
    Lama-kelamaan jemaat semakin bertambah dan mendirikan Gereja tempat
    peribadatan di Gebang, dari sanalah berkembangnya Gereja Pentakosta
    Indonesia di Kabupaten Langkat.

  14. Tahun 1961 Penginjil diangkat menjdai Pendeta dan tahun 1962 diberkati sebagai Pendeta dengan SK. Nomor 17/PGP/1962.

  15. Tahun
    1965 Penginjil didesa Pulau Harapan Kecamatan Air Putih Kabupaten
    Asahan dan tiga tahun berikutnya jemaat mendirikan Gereja disidang Pulau
    Harapan.

  16. Tahun 1971 bersama-sama jemaat pindahan dari Sukamandi dan Ramunia mendirikan Gereja Pentakosta Indonesia sidang Denai Kuala.

  17. Tahu
    1972 menginjil di kota Belawan dan jemaat mula-mula adalah marga
    Siahaan bertempat tinggal di jalan Sulawasi dan dairi sinilaaseral
    mulanya Gereja Pentakosta Indonesia Belawan Kota.

  18. Tahun 1977
    bersama-sama dengan Jemaat pindah dari Belawan Kota mendirikan
    Peribadatan di Sei Mati, pada tahun 1980 Pemerintah menyerahkan tapak
    dan bangunan Gereja sesuai dengan permohonan Panitia pembangunan yang
    diketuai oleh Penginjil (Pdt.H.A.Sianipar).     

  19. Tahun1978
    Penginjil diangkat menjadi Pendeta Wilayah dan Pembantu Umum Daerah
    dengan SK Nomor 906/PGP/1978.Tahun 1979 SK Pendeta Wilayah diperbaharui
    lagi menjadi Pendeta Wilayah Lubuk Pakam dengan SK Nomor
    0026/PP/GPI/1979.

  20. Tahun 1986 Penginjil mendirikan Gereja Pentakosata Indonesia sidang Perbaungan.

  21. Tahun 1991 Peninjil mendirikan Gereja Pentakosta Indonesia sidang Cinta Damai.

  22. Tahun 1992 mendirikan Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Kuala Lama dan peribadatan di pimpin oleh St. Marinus Sitorus.

  23. Tahun 1993 mendirikan Gereja Pentakosta  Indonesia di Pematang Panjang sebagai sintua pertama adalah St. Osman Manurung.

  24. Tahun 1993 mendirikan Gereja di Pematang Sijonam Kecamatan Perbaungan peribadatan dipimpin oleh St. Siregar.

  25. Tahun 1994 mendirikan Gereja Pentakosta Indonesia sidang Saormatio desa Sei Tuan Kecamatan Pantai Labu.

  26. Tahun
    1999 bersama-sama dengan jemaat pindahan dari sidang Pematang Panjang
    mendirikan Geraja Pentakosta Indonesia sidang Sukadamai desa Kuala Lama
    Kecamatan Pantai Cermin dan peribadatan dipimpin oleh St. J. Manihuruk
    dan Guru sekolah inggu marga Sianturi.

  27. Tahun 2001 mendirikan Gereja Pentakosta Indonesia sidang Serdang Dusun X Kecamatan Beringin.

  28. Tahun
    2007 tepatnya 18 Nopember 2007 mendirikan Gereja Pentakosta Indonesia
    sidang desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjung Morawa.

  29. Tahun 2010 tepatnya 1 Agustus 2010 mendirikan Gereja Pentakosta Indonesia sidang Petapahan Kecamatan Lubuk Pakam.


 

Gereja Pentakosta Indonesia - Official Website : http://www.pentakosta.org/
Versi Online : http://www.pentakosta.org//?pilih=news&aksi=lihat&id=138