Website Resmi Gereja Pentakosta Indonesia
Rubrik : Kotbah
Belajar dari Kepemimpinan Nehemia
2012-09-18 08:46:19 - by : lastone

Oleh: Bpk Gr Ramsis Nadeak, S.PSi. GPI Sidang Tangerang-Banten




  1.Nehemia adalah salah seorang pemimpin yang
sangat menginsipirasikan dalam Alkitab.

  2. Terkadang metode-metodenya kelihatan tidak masuk
akal, namun metode-metode tersebut digunakan oleh Tuhan untuk menghasilkan
reformasi dalam kehidupan bangsa Israel dalam waktu yang singkat.

  3. Analisis atas kepribadian dan metode-metodenya
mengungkapkan bahwa metode-metode yang dipakainya efektif hanya karena kualitas karakternya sendiri.





Nehemia,
seorang yang tekun berdoa di mana hal tersebut menunjukkan kerendahan hati.

Nehemia juga seorang yang memiliki keberanian dalam menghadapi bahaya, peduli
dan bertanggung jawab kepada kesejahteraan orang lain, memiliki visi, dan dapat
mengambil keputusan dengan jelas serta seorang yang realistis.





PROFIL
KEPEMIMPINAN NABI NEHEMIA




I.  INTEGRITAS

  Nehemia
adalah orang yang tekun berdoa. Bagi Nehemia, doa merupakan bagian sehari-hari
dari hidup dan bekerja. Doa adalah reaksi pertamanya begitu mendengar kesulitan
para emigran di Yerusalem. Nehemia juga bukan orang asing di takhta kasih karunia
(Nehemia 1:4, 6; 2:4, 9; 5:19; 6:14, 22, 29).

  Seorang
pemimpin Kristen yang efektif haruslah seorang yang sudah lahir baru dalam
Kristus, yang bersih dalam hal moral, dan menjaga kebenaran menurut standar
Tuhan.

  Salah
satu sifat penting dari kepemimpinan Kristen yang efektif adalah kemampuan
untuk menyesuaikan bentuk kepribadian seseorang dengan situasi tertentu



Seorang pemimpin yang bijaksana adalah orang yang
suka berdoa. Seorang pemimpin yang bijaksana akan berlutut dalam penyembahan
yang penuh doa dan kerendahan hati lalu naik ke suatu tingkatan yang baru dalam
hal hidup kudus dan benar. Petrus mengatakan hal ini ketika dia menasihatkan
pengikut-pengikutnya: “Kuasailah dirimu (bijaksanalah) dan jadilah tenang,
supaya kamu dapat berdoa.” (1 Ptr. 4:7).



Karakter
kepemimpinan Kristen adalah kesaksian dan pelayanan yang digerakkan oleh belas
kasih Allah.  Dengan sendirinya menuntut
kerendahan hati, kesediaan berkorban, pengosongan diri, penyangkalan diri,
kerelaan mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri.



  Nehemia
seorang yang realistis. Dia tahu bahwa akan banyak tantangan yang akan
dihadapinya di saat dia memimpin pembangunan kembali tembok Yerusalem (4:1-3).

  Nehemia
merendahkan diri di hadapan Tuhan Allah dan meminta pertolongan. (4:4-5).

  Seorang
pemimpin pasti akan berhadapan dengan orang-orang yang menentang usul untuk
menciptakan sesuatu yang berbeda. Konflik muncul ketika pemimpin harus membuat
suatu pilihan





Seorang
pemimpin harus memiliki kerendahan hati, realistis bahwa dia bukanlah Tuhan
yang sanggup membuat keputusan yang tepat.  Dia harus mampu meminta saran-saRAn yang dapat memberi ilham.



Salomo
mengatakan, “Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana
kalau penasehat banyak.” (Amsal 15:22).

Seorang
yang bejaksana menyadari bahwa ia mempunyai pengertian yang terbatas. Ia
mengetahui bahwa membutuhkan pertolongan. Ada manfaat jika kita mengajak orang
lain untuk membicarakan mengenai keputusan yang akan diambil.



Nehemia memiliki nilai khas dalam dirinya. Dia
seorang yang peduli kepada orang lain. Kepeduliannya yang tulus pada
kesejahteraan orang lain sangat nyata sampai musuh-musuhnya pun melihatnya
(2:10).

Ia mengekspresikan kepeduliannya dalam berpuasa,
berdoa, dan airmata (1:4-6). Nehemia mengidentifikasikan dirinya dengan
bangsanya dalam penderitaan dan dosa-dosa mereka (1:6).



Nehemia tidak hanya memiliki kharisma tetapi juga
karakter yang baik. Pada masa kini, banyak pemimpin yang memiliki kharisma
tetapi tidak memiliki karakter. kharisma adalah daya tarik pribadi yang besar,
pesona, tetapi karakter adalah kekuatan moral atau etika, integritas. Karakter
terungkap dengan apa yang kita lakukan ketika tidak ada orang yang
memperhatikan. Karakter juga terlihat ketika melakukan perkara yang benar bagi
orang lain walaupun perkara yang baik tidak terjadi pada kita.
Itulah yang dilakukan Tuhan Yesus dalam
1 Petrus 2:22-23, “Ia tidak berbuat
dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak
membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi
Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.”



Karakter yang baik dan mantap akan mendukung
keberhasilan seorang pemimpin





John C. Maxwell, menarik empat cara agar kita
mendapatkan simpati dari orang yang kita pimpin, yakni:


(1) Kalau Anda gerakkan orang-orang Anda dengan perasaan terlebih dulu, mereka
akan lebih bersedia mengambil tindakan.

(2) Kalau Anda memberi terlebih dahulu, orang-orang
Anda akan balas memberi.


(3) Kalau Anda menarik simpati individu, Anda akan segera diperhatikan orang
banyak.

(4) Kalau Anda ulurkan tangan kepada orang-orang
Anda, mereka akan balas mengulurkan tangan kepada Anda.



2.  PEMIMPIN VISIONER



  Nehemia
memiliki pandangan yang jauh ke depan. Ia tahu bahwa perlawanan pasti akan
bangkit, jadi ia meminta surat-surat dari raja agar perjalanannya aman dan ia
mendapat sumber-sumber untuk menyelesaiakan tugas itu, “memasang balok-balok
pada pintu-pintu gerbang di benteng bait suci, untuk tembok kota” (2:8).

  Ia
dengan cermat merencanakan strateginya. Tuhan memakai orang biasa, yang awam
yang memiliki tujuan-tujuan dan visi-visi yang tidak biasa.

  Nehemia
mengungkapkan visinya dengan istilah yang sederhana mungkin. Sasaran bangsa itu
adalah membangun kembali tembok Yerusalem.





Setiap pemimpin harus punya visi.  Tanpa visi tidak mungkin dia bisa mencapai
apa yang dituju.  Kejelasan visi akan
memungkinkan seorang pemimpin menjadi percaya dan yakin.

Visi berkaitan dengan menciptakan sesuatu yang
baru, tidak meremehkan yang lampau, tetapi membangun di atas fondasi yang dulu
dan yang sekarang, muncul dengan realitas yang lebih baik, daripada realitas
yang ada sekarang.

Bila diwujudkan secara penuh, visi membawa kita
lebih dekat kepada cita-cita kita.  Visi
memerlukan suatu tindakan nyata.



Pemimpin luar biasa bangun di pagi hari dengan
sebuah rencana dan mengerjakannya. Mereka tidak selalu minta izin sebelum
bergerak. Kepemimpinan adalah memproduksi hasil.

 Visi
kepemimpinan adalah kemampuan pemimpin untuk melihat serta memahami keinginan
suci yang ditulis oleh Allah di dalam batinya bagi organisasi serta
kepemimpinannya. Dalam visi itu ada kehendak Allah yang khusus bagi
kepemimpinan seorang pemimpin.



Nehemia memiliki sasaran dalam kepemimpinannya.
Sasaran Nehemia adalah untuk membangun kembali tembok Yerusalem yang telah
runtuh dan terbakar (1:3; 2:17).



  Pemimpin
yang baik perlu mempunyai sasaran, mengapa?

  Paling
sedikit ada tiga alasan, antara lain:



1.   Pengarahan. Pemimpin memerlukan sasaran untuk mengarahkan kehidupannya. Tidak mungkin
bagi seseorang untuk terus maju kearah tujuannya jika ia tidak mempunyai tujuan
tertentu.



2.     Kemajuan. Sasaran itu penting untuk menjamin agar ada kemajuan. Jika di gereja tidak ada
sesuatu yang dapat dijadikan sebagai sasaran utama, yang dapat dijadikan tujuan
dan yang dapat diperjuangkan oleh segenap orang percaya yang tergabung dalam
jemaat itu, maka program gereja itu mungkin kelihatannya seolah-olah sibuk
tetapi sebenarnya tidak mengalami kemajuan apa-apa.



3.         Hasil
yang dicapai
.
Sasaran penting agar ada satu hasil yang dapat
dilaksanakan sampai selesai. Jika tidak mempunyai sasaran tertentu maka tidak
akan pernah diketahui berhasil atau tidak suatu program yang dilakukan.





3.  PEMBUAT KEPUTUSAN YANG JELAS



Nehemia dapat membuat keputusan-keputusan yang
jelas. Ia tidak menghindari kata-kata keras, melainkan berbicara langsung
mengenai inti permasalahan dan membuat penilaian. Dan keputusan-keputusannya
tidak berat sebelah; ia tidak memandang bulu. Ketika kecaman dibutuhkan, ia
memberikannya kepada para pejabat dan eksekutif sebagaimana kepada para pekerja
(5:7).



Kennet O. Gangel membagi ke dalam empat bagian mengapa pemimpin ragu
dalam membuat keputusan
:



1.       Kurangnya
tujuan yang jelas. Kadang-kadang para pemimpin tidak bertindak karena mereka
tidak tahu apa yang harus dilakukan.

2.       Ketidakmantapan dalam kedudukan atau
otoritasnya. Kadang-kadang pemimpin takut bertindak karena takut akan
akibatnya.

3.       Kurangnya informasi.  Pemimpin yang tidak secara aktif mencari
semua informasi yang dapat ia peroleh sebelum memberikan keputusannya berarti
melumpuhkan dirinya sendiri dalam proses pembuat keputusan.

Ketakutkan akan perubahan. Banyak pemimpin ingin
mempertahankan status quo. Karena sebagian besar keputusan menghasilkan semacam
perubahan, keputusan selalu tampak sebagai ancaman terhadap operasi-operasi
yang sedang berlaku.





4.  PEMIMPIN YANG BERTANGGUNG JAWAB





  1. Di
    dalam usaha apa pun, pemimpinlah yang bertanggung jawab atas keberhasilan
    atau kegagalan misinya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi dan
    semangat juang, dan salah safu faktor kunci adalah tanggung jawab.

  2. Nehemia
    menerima tanggung jawab dengan maksud terus mengerjakan pembangun tembok
    Yerusalem. Nehemia sudah siap untuk hal yang terburuk

  3. Yesus
    mendefinisikan kepemimpinan sebagai pelayanan, dan itu berlaku entah
    seorang pemimpin bekerja dalam organisasi sekuler atau gereja. Gaya
    kepemimpinan Yesus adalah menjadi seorang hamba, meski Dia sungguh
    memiliki semua kuasa dan otoritas surgawi.

  4. Ia
    menunjukkan simpati pada masalah orang lain, namun simpatinya menguatkan
    dan membangkitkan semangat; tidak melunakkan dan melemahkan. Disiplin
    adalah tanggungjawab lain dari pemimpin, tugas yang seringkali tidak
    disambut dengan baik.

  5. Yesus
    mendefinisikan kepemimpinan sebagai pelayanan, dan itu berlaku entah seorang
    pemimpin bekerja dalam organisasi sekuler atau gereja. Gaya kepemimpinan
    Yesus adalah menjadi seorang hamba, meski Dia sungguh memiliki semua kuasa
    dan otoritas surgawi.

  6. Ia
    menunjukkan simpati pada masalah orang lain, namun simpatinya menguatkan
    dan membangkitkan semangat; tidak melunakkan dan melemahkan. Disiplin
    adalah tanggungjawab lain dari pemimpin, tugas yang seringkali tidak
    disambut dengan baik.




Nabi Nehemia telah menunjukkan gaya kepemiminan
yang dapat menjadi salah satu teladan di antara banyak tokoh pemimpin dalam
Alkitab. Integritas merupakan kriteria utama dalam diri seorang pemimpin
Kristen yang baik dan besar. Keputusan-keputusan yang mempengaruhi banyak orang
diawali dari karakter.

Nehemia adalah pemimpin yang memiliki kasih dan tanggung jawab dan yakin akan
visinya bahwa Allah menuntunnya untuk melaksanakan satu pekerjaan yang menurut
orang lain merupakan sesuatu pekerjaan yang tidak mungkin. Namun apa pun kritik
banyak orang kepada Nehemia, dia tetap teguh dan focus kepada tujuan dengan
tetap rendah hati meminta kekuatan dan petunjuk dari Allah lewat doa.




Nabi Nehemia berhasil membangun kembali tembok Yerusalem. Pekerjaan berat namun
dia menjadi seorang pemimpin yang mampu sampai pada sasaran. Kepuasan total dia
peroleh bersama dengan orang-orang yang mendukungnya.



APLIKASI:

15 CARA UNTUK MERAIH SUKSES



Jangan berbicara negatif tentang orang-orang lain
di belakang mereka . Jika
Anda menggosip, orang tidak akan mau membuka rahasianya kepada anda
Urusilah urusanmu sendiri jangan urusi urusan
orang lain.

Cobalah
untuk bekerja untuk seseorang yang akan menantang kekuasaan anda. Anda akan
belajar lebih dalam satu tahun dari 4 tahun di perguruan tinggi.



Para
pemimpin yang berhasil memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Mereka
belajar dari orang, termasuk dari para karyawan mereka. 



Bekerjalah
sedemikian ropa sehingga bos anda bahwa anda itu Seorang yang baik.   Hal ini dilakukan bukan untuk mendapatkan Sanjungan
atau pujian, dan bukan pula cara untuk “angkat



Ketahuilah
bahwa seorang pemimpin atau boss lebih menyukai orang-orang yang
berkompeten  dan yang mereka menghormati.





Gunakanlah
pakaian untuk pekerjaan yang anda inginkan, jangan pakai pakaian yang tidak
ada. Biarkan pakaian mencerminkan profesionalisme.




  • Usahakan untuk memiliki kesehatan fisik
    yang baik.  Kecuali anda adalah
    seorang yang sangat terampil, biasanya fisik yang  tidak sehat  pada dasarnya sangat merugikan.




Integritas
pribadi sangat penting. Sebutkanlah hanya yang benar saja. Boss dapat memaafkan
kesalahan, tetapi jika anda berdusta anda akan lenyap.



Selalulah tepat waktu.  Cobalah untuk datang beberapa menit sebelum
mulai.  Hal itu akan membebaskan anda
dari stress.  Anda akan lebih rileks dan
bekerja lebih baik



Berusahalah
untuk menepati batas waktu .  Jika Anda
tidak dapat memenuhi itu, maka minta maaf lah & minta perpanjangan waktu







Jangan bawa
segala sesuatu secara pribadi. Jika  ada
beberapa orang tidak senang kepada anda itu adalah problema mereka . Tetapi
tetaplah selalu berusaha   untuk membuat yang terbaik



Jika anda
ingin memperbaiki seseorang, jangan bawa itu menjadi masalaha pribadi. Jangan
lakukan hal itu di depan orang lain



Sisihkan
waktumu untuk sendiri setiap hari. Apa misi hidup saya?Mau jadi apa saya? Bagaimana
mencapai itu.



Saat anda
bergerak pada Rencana “A” dalam karir anda, pertahankan rencana juga “B” sebaik
mungkin
ini adalah merupakan alternative untuk diandalkan



Selalulah
ingat bahwa rahasia kesuksesan adalah “kegairahan” (passion). Selalulah
berfikir besar. Tebarkan kasih dan sukacita. Kamu akan memiliki tahun-tahun  Yang bahagia di depan!

HALELUYA!!! 
Website Resmi Gereja Pentakosta Indonesia : http://www.pentakosta.org/
Versi Online : http://www.pentakosta.org//?pilih=news&aksi=lihat&id=149