Gereja Pentakosta Indonesia - Official Website
Rubrik : Renungan
Penundaan Maut
2011-04-13 21:12:36 - by : sartua.situmorang

Baca: Yosua 18:1-6
Ayat Mas: Yosua 18:3
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-raja 8-10

Archis,
hakim kota Thebes di Yunani Kuno, sedang menikmati anggur dengan para
perwira setempat. Tiba-tiba, muncul seorang kurir yang membawa surat
berisi pemberitahuan bahwa ada persengkongkolan yang hendak menghabisi
nyawanya. Maka ia diperingatkan untuk melarikan diri. Archis menerima
surat itu. Akan tetapi, alih-alih membukanya, ia memasukkannya ke dalam
kantong dan berkata kepada kurir itu, ”Urusan bisnis besok saja.”
Keesokan harinya, ia tewas. Sebelum sempat membuka surat itu ia sudah
ditangkap, dan ketika ia sempat membacanya—semua sudah terlambat.
Yosua
menegur tujuh suku bangsa Israel yang menunda pendudukan Tanah Kanaan.
Mereka sudah memasuki Tanah Perjanjian. Sebagian suku sudah menempati
daerah yang ditetapkan bagi mereka. Namun, ketujuh suku itu memilih
beristirahat barang sejenak. Ah, tidak, tampaknya mereka bukan sekadar
rehat untuk memulihkan tenaga; mereka sudah kelewat batas, sehingga
Yosua menghardik mereka dengan kata-kata keras: ”bermalas-malas”! Kalau
dibiarkan terus berleha-leha, bisa-bisa mereka merusak rencana Allah
atas bangsa itu.
Penundaan memang tidak selalu berakibat fatal
seperti yang menimpa Archis. Namun, kecenderungan menunda tugas
biasanya menunjukkan kurangnya disiplin pribadi, buruknya pengelolaan
waktu, dan bisa jadi—seperti dalam kasus Israel—merupakan ketidaktaatan
terhadap Allah. Bahwa suatu tugas terasa berat, membosankan, atau tak
menyenangkan—itu bukan alasan valid untuk menundanya. Kita justru perlu
meminta Tuhan memberi kita kekuatan dan konsentrasi ekstra untuk
menyelesaikannya pada waktunya.



JANGAN MENUNDA BESOK APA YANG PATUT DILAKUKAN HARI INI
BESOK BELUM TENTU ANDA PUNYA WAKTU DAN MAMPU MELAKUKANNYA


 


Penulis: Arie Saptaji


Sent by: J Rajagukguk by mailist

Gereja Pentakosta Indonesia - Official Website : http://www.pentakosta.org/
Versi Online : http://www.pentakosta.org//?pilih=news&aksi=lihat&id=92