Gereja Pentakosta Indonesia - Official Website
Rubrik : Kotbah
ANAK MUDA
2009-11-26 11:41:12 - by : samuel_manalu

ANAK MUDA


Rev. DR. MH.
Siburian


Ingatlah akan penciptamu pada
masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat
tahun-tahun yang kau katakan “tak ada kesenangan bagiku didalamnya”
(Pengkotbah 12; 1). Hidup yang tidak dibangun tepat pada awalnya,
tidak akan terbentuk sampai pada potensi maksimumnya. Sulaiman
membuat keputusan didalam ayat diatas, setelah mengeksplorasi hidup
ini sejak dari awal, semua perjalanan hidupnya mulai dari kekayaan,
kekuasaan, pendidikan, pemerintahan, anggur dan kesenangan,
pesta-pesta, kegembiraan, seks dan kegemaran.
Dia menyelidiki
semua alternatif. Dia mentesting semuanya itu didalam laboratorium
“pengalaman pribadinya”.Dia mendeklarasikan semuanya itu sebagai
“kekesalan dan kesiasiaan hati” ketika pemburuan dilautan luas
telah selesai, maka jalanpun dibuka, dan ternyata hasilnya nihil.
Sebagai “play boy” terbesar didunia (dia mempunyai istri dan
selir sebanyak 1000 orang) Sulaiman berkata : “akhir kata dari
segala yang didengar ialah : takutlah akan Allah dan berpeganglah
pada perintah-perintahnya, karena ini adalah kewajiban setiap orang,
karena Allah akan membawa setiap perbuatan kepengadilan yang
berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah
itu jahat, (Pengkotbah 12: 13,14).


Elemen moral, reputasi, tabiat,
prospek sekarang dan nanti dari pemuda bangsa ini masih tetap ada
sama seperti zamannya Sulaiman. Semua elemen tadi boleh didiskusikan
tetapi tidak boleh ditiadakan.
Sulaiman menggunakan kata
“ingatlah “ Allah dan perintahNya bukanlah “social study”.
Perintah atau peraturan Tuhan lebih dari sekedar pengaturan
keselamatan lalu lintas kehidupan. Ingatlah : “janganlah engkau
mencuri”, Ingatlah : “hormatilah bapak dan ibumu “. semua
perintah Allah ini seharusnya menjadi “pattern of living”, pola
hidup kita. Semua ini harus dimulai dari sejak awal, sejak mereka
masih kecil dan muda. Masalahnya mereka harus diingatkan akan pola
hidup yang diinginkan oleh Allah. Kita ingat bahwa 4 + 4 = 8 dan 3 X
3 = 9. Dan karena kita ingat, kita tidak dapat dengan mudah ditipu
tentang bilangan.


Ingatlah akan penciptamu. Semua elemen
kehidupan harus diasosiasikan kepadaNya. Para pendidik harus mengikat
sistemnya kepadaNya. Para orang tua harus menghubungkan seluruh
peraturan keluarga denganNya. Bahkan, sebenarnya DPR/d, sebagai badan
legislatif, pembuat undang-undang, harus mengasosiasikan semua produk
undang-undangnya denganNya, dengan moral IllahiNya. Sulaiman
menemukan bahwa semua pencapaian hidup sesukses apapun itu, tanpa
aspek sang “Pencipta” akan menjadi kesia-siaan. Harus diingat
bahwa ada elemen moral dalam setiap bentuk kehidupan.


Sulaiman berkata bahwa itu harus
dilakukan pada “waktu muda kita.” Itulah waktu dimana ketika
anak-anak kita mesti dapat memutuskan untuk dirinya sendiri apa yang
baik dan apa yang buruk. Itu tidak datang pada waktu umur 20 tahunan,
atau 30 tahunan, atau 60 tahunan. Semua itu datang ketika masih muda
benar, ketika kita masih anak-anak. Ini tidak dapat dihindarkan. Akan
datang waktunya ketika suatu masa, kita berdosa kepada Allah dengan
sengaja. Pada waktu itulah pemuda atau pemudi kita sudah cukup dewasa
untuk bertobat atau akan mati dalam dosanya. Mereka harus
disadarkan oleh Gereja. Itulah waktu yang sangat kristis, karena
kalau dibiarkan mereka akan masuk kepada kesia-siaan, jala kehidupan
mereka tidak menghasilkan apa pun bahkan hidup mereka akan hancur
lebur berkeping-keping. Sulaiman megingatkan: “Ingatlah akan
penciptamu” pada masa mudamu. Gedung Gereja harus diisi para
pemuda/I, KKR harus diminati oleh mereka. Bangsa Eropa pernah lama
sekali tidak meyadari ini, ketika Gereja-Gereja mereka selama
berpuluh tahun hanya diisi oleh sedikit orang-orang tua yang
mengikuti kebaktian. Anak muda mereka akan kita jumpai di semua
tempat, kecuali di Gereja. Hasilnya, mereka ahli dalam segala bentuk
“kenazisan yang menjadi agama baru anak mudanya” dan mereka
mengeksportnya ke seluruh dunia termasuk negeri kita. Ini sangat
berbahaya.


Pasar yang terbesar
dan terbuka dari pengInjilan zaman ini adalah anak muda. Karena suka
atau tidak suka bagi mereka, akan tiba hari yang malang dan berkata:
“tidak ada kesenangan bagiku didalamnya.” Dan itu terjadi setelah
masa muda mereka berlalu dengan perbuatan yang sia-sia. Pengejaran
terhadap hidup yang dianggap menyenangkan, ternyata hanya racun yang
dibaluti coklat, mata kail yang dibaluti umpan yang enak. Lihatlah di
seluruh dunia ada gejala yang menakutkan, anak muda cenderung menuju
jalan yang gelap. Dengan sadar mereka menyakiti hidup mereka dan
menikmatinya. Sulaiman dengan segala kesuksesan dalam segala aspek
yang negatif, yang menyadari kemudian hari, bahwa itu tidak membawa
kesenangan baginya. Ingin kembali kepada masa muda dan mengisinya
dengan yang terbaik yang disadari kemudian, adalah hal yang mustahil.


Tidak ada jalan lain
hanya ada satu solusi menurut Sulaiman: “takutlah akan Allah dan
berpeganglah pada perintah-perintahNya karena itu adalah kewajiban
setiap orang. Ini harus dilakukan sepanjang umur, termasuk pada
waktu kita masih muda.


 

Gereja Pentakosta Indonesia - Official Website : http://www.pentakosta.org/
Versi Online : http://www.pentakosta.org//?pilih=news&aksi=lihat&id=70